Dulu dan Sekarang

Dulu....
ketika dilahirkan saya tidak ingat apa yang saya pikirkan
yang pasti...
insting saya hanya memberitahukan bahwa saya harus mengenyangkan perut saya
dengan apa?
ASI tentunya

Dulu....
Ketika saya balita yang saya ingat
saya hanya ingin bermain bermain dan bermain
tak ingin di larang dan dibatasi...
tak tahu mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan mana yang salah

Dulu....
ketika saya mulai sekolah dasar
yang saya tahu saya harus pintar dan menjadi ranking satu
itu baru disebut keren
dan senang dibilang anak pintar
sambil berkhayal akan jadi apa saya kelak
hmmm....

Dulu...
ketika saya mulai duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama
di salah satu sekolah favorit,
bangga dan senangnya luaarrr biasa
di tambah ranking tetap masuk 5 besar
mencari jati diri saya
"who I am?"
"what I want to do?"
mencoba berbagai karakter dari yang biasa sampai yang sedikit ekstrim

dan...
pertama kalinya saya menyukai lawan jenis saya
hm hm hm menggelitik sekali rasanya
😊 tapi saya saaaaaaaaaaaaangaaat menyukainya
sekarang pun masih ingat rasanya

Dulu...
saya tidak pernah menyangka bahwa saya tidak akan berada di Sekolah Menengah Atas favorit di daerah saya, yang pada dasarnya memang saya tidak ingin kesana
kenapa?
karena bagi saya itu sudah biasa
saya ingin yang luar biasa dan berbeda
dan saya pun dikenalkan dengan sekolah yang klo anak SMP denger pasti pada kabur
ko bisa?
ya bisa lah...
Sekolah Menengah Analis Kimia
tuh kan pasti ga kepengen sekolah disitu...
tapi buat saya itu tantangan dan memang benar-benar tantangan
pertama kali saya ulangan harian di SMAK nilai saya adalah 2,5
jreng jreng jreng
seumur umur saya sekolah saya belum pernah dapat nilai segitu tiba-tiba ....
WOW buat saya
tapi Thats OK
I can do better
and then I am enjoy there
why?
I love chemical
saya suka suasana sekolahnya
saya suka orang-orangnya yang dari berbagai daerah
saya suka cara gurunya mengajar
saya suka kotanya
pokoknya I love it much
 dan....
disinilah karakter saya terbentuk
jauh dari orang tua
harus mengatur keuangan sendiri
jajan ya sekalian makan
mengatur jadwal belajar, nyuci, main, sekolah, senang2
saya menikmatinya benar benar menikmatinya
ternyata kimia itu tidak selalu tentang rumus tapi juga tentang ikatan
ikatan pertemanan, persahabatan, kekeluargaan
kimia itu tidak selalu tentang perhitungan rumus yang ngejelimet tapi juga tentang kesederhanaan
sederhana dalam berbagi, sedehana dalam bersikap, sederhana dalam berperilaku
kimia itu tidak selalu membahas reaksi yang bikin pusing tapi juga tentang bagaimana membuat senang
membuat orang lain tersenyum, tertawa, dan bahagia walau hanya dengan tatapan mata dan ucapan terima kasih
memang benar masa SMA adalah masa paling indah
disini juga saya menemukan jati diri saya
sahabat-sahabat terbaik saya
suka duka saya
pondasi saya dalam melanjutkan kehidupan saya
dan saya sangat bersyukur karenanya

Dulu...
saya pernah punya cita-cita menjadi seorang guru
guru yang baik, pintar, santun dan diidolakan murid-muridnya
nyatanya...
saya terperangkap dalam struktur organisasi bernama pabrik
diawali menjadi asisten dosen (tepatnya asisten laboratorium 😋) di salah satu universitas terpopuler seindonesia
lalu menjauh ke dunia antah barantah bernama Cikande..

.................

sekarang saya duduk dibelakang meja
berhadapan dengan  komputer
dengan dokumen-dokumen yang aarrrgggh bikin saya bosan
berhadapan dengan manusia-manusia yang ingin dimanja


Sekarang....
saya masih berteman dengan teman2 SMAK saya
sahabat sahabat saya adalah mereka...
biar sekarang kami lebih berisi
berbuntut 1, 2, 3, tapi kami tetap anak-anak SMAK itu
yang tetap kami bahas masa-masa itu
kecengan si anu
"musuh" si anu
si anu yg nyebelin
si anu yang sekarang begini
si ntuh yg sekarang begituh
de el el
ah jadi kangen kalian
KAAANGEEENNN


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sabar versus hp

1 M